X

Berita

Target Terlewati, Kinerja Bank NTB Syariah Melesat

Target-Terlewati-Kinerja-Bank-NTB-Syariah-Melesat.html

Jakarta, TopBusiness – Performa PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat (Bank NTB) Syariah sepanjang tahun 2019 lalu masih mentereng. Hal ini tak hanya karena ditopang kinerja keuangan yang positif, tapi juga setoran dividen ke pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah Provinsi NTB juga tinggi. Tak pelak, kinerja apik ini menjadi tolak ukur KPI manajemen yang bagus.

Beberapa indikator dari target perseroan di tahun lalu hampir semua terlampaui. Kondisi ini, menurut Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo, menjadi KPI manajemen sebagai tolak ukur kinerja perseroan untuk dipertanggungjawabkan ke pemegang saham.

“Tercatat, untuk asset dari target Rp8,32 triliun menjadi Rp8,64 triliun atau capaiannya 103,81%. Begitu pun dengan DPK (Dana Pihak Ketiga) dan laba bersih lewati 100 persen dari target,” tutur Kukuh dalam acara penjurian TopBUMD Awards 2020 yang digelar Majalah TopBusiness, Senin (23/3/2020).

DPK, misalnya, perseroan berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp6,81 triliun atau sebanyak 107,22% dari target di anga Rp6,35 triliun. Sementara untuk laba bersih dari target sebesar Rp161,5 miliar berhasil dibukukan sebanyak Rp163 miliar.

Namun di bagian pembiayaan, target yang dipatok sebesar Rp5,89 triliun hanya tercapai 94,72% atau setara Rp5,58 triliun. Akan tetapi tak dapat dipungkiri karena dampak gempa di NTB cukup dirasakan perseroan. Sehingga kucuran pembiayaan pun cukup tersendat. Modal perseroan juga berhasil dikumpulkan sebanyak 96,67% dari target Rp1,47 triliun dengan realisasi sebesar Rp1,42 triliun.

Indikator lainnya masih oke. Seperti rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level sangat aman yakni 35,47% sedang targetnya di posisi 33,92%. Pun demikian dengan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga relative rendah di posisi 76,83% dari target 75,47%. Pun dengan rasio pembiayaan macet (NPF) bisa ditekan rendah menjadi 1,36% dari target 1,46%.

Sementara untuk imbal hasil bagi pemegang saham juga cukup stabil. Tercatat indicator return on asset (RoA) di level 2,56% sedang untuk return on equity meningkat menjadi 12,05% dari target di level 11,62%. “Dengan kinerja yang bagus itu, perseroan membagikan dividen payout ratio ke pemegang saham sebesar 60% dari laba bersih. Ini juga sebagi upaya untuk mendukung pembangunan di daerah. Karena BUMD hebat, ekonomi daerah melesat,” terang dia.

Keberpihakan bank yang semula konvesional bertransformasi menjadi syariah ini juga konsisten menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang tahun lalu, pembiayaan ke UMKM mencapai Rp419,9 miliar. Seperti dengan kerja sama komunitas UMKM antara lain Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia, dan lainnya. Juga mendukung adanya electronic data capture (EDC) UMKM.

“Ke depan, kami akan lebih focus masuk ke pembiayaan investasi produktif. Seperti pedagang keliling kita akan bina untuk berdagang di satu tempat. Jadi kami betul-betul ikut membiayai sektor industri daerah. Selama ini, NTB itu banyak komoditas, tapi hanya bahan mentah yang dikrim ke luar. Justru akan bernilai lebih bagus jika ada industrialisasi,” jelas Kukuh.

Seperti pembiayaan komoditas utama pertanian yakni jagung, bawang putih, peternakan sapi, perikanan, bahkan perkebunan kopi. “Kopi di NTB justru tak kalah dengan daerah lain, seperti Toraja, Mandailing, dan lainnya,” pungkas dia. (Tomy Asyari - Top Business)

 

Sumber : https://www.topbusiness.id/32549/target-terlewati-kinerja-bank-ntb-syariah-melesat.html

Related