X

Berita

Kemenkeu Kembali Percayakan Bank NTB Syariah Salurkan Dana PEN

Mataram - Penyerahan Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Dana PEN di Bank NTB Syariah dan Laporan Publikasi Realisasi Penyaluran Dana PEN di Bank NTB Syariah berlangsung di ruang rapat Utama Bank NTB Syariah pada Kamis (08/07/2021).  Acara yang dihadiri secara langsung oleh Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo, Direktur Pembiayaan Muhamad Usman, Direktur Keuangan & Operasional Bq. Dien Rosana Juwita, Direktur Dana & Jasa H. Nurul Hadi, dan Direktur Manajemen Risiko & Kepatuhan Ika Ranti Hidayah juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah DJP Provinsi NTB Sudarmono, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Drs. H. Fathurahman, serta Kepala Dinas Koperasi Provinsi NTB Lalu Wirajaya.

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo memaparkan bahwa penyaluran dana PEN tahap pertama, Bank NTB Syariah diberikan amanah oleh pemerintah menyalurkan sebesar Rp200 miliar. Namun Bank NTB Syariah berhasil menyalurkan dua kali lipat, hampir Rp450 miliar.

"Leverage dua kali penyaluran yang disyaratkan Kementerian Keuangan dapat kami penuhi dan Insya Allah dengan penyaluran itu kami juga memberikan keringanan marjin kepada nasabah kurang lebih 3 sampai 4 persen dibawah marjin yang berlaku,’’ ujarnya.

Adapun untuk tahap kedua, Bank NTB Syariah juga telah mengajukan penyaluran dana PEN kepada Kementerian Keuangan , dan disyukuri, pengajuan tersebut juga telah disetujui.

Harapannya, kepercayaan penyaluran dana PEN tahap kedua  hingga Desember 2021 ini, peran Bank NTB Syariah dalam mendukung perekonomian di era pandemi Covid-19 lebih besar memberikan pengaruh terhadap perekonomian di Provinsi NTB.

‘’Semoga dengan penyaluran dana PEN dalam bentuk kredit kepada masyarakat, ekonomi NTB akan segera pulih,’’ harap H. Kukuh.

Tak lupa, Kukuh mewakili Bank NTB Syariah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan melalui Ditjen Perbendaharaan di NTB yang telah memberikan amanah untuk kedua kalinya, menyalurkan dana PEN.

Sementara itu, Kepala Ditjen Perbendaharan Wilayah NTB, Sudarmanto juga menyampaikan, seleksi untuk penempatan dana PEN di perbankan, didasarkan pada perekonomian di satu wilayah karena Covid-19.

Pada tahap pertama, Kementerian Keungan melihat suksesnya penyaluran dana PEN di NTB melalui Bank NTB Syariah. Meskipun ada beberapa sektor yang diperjanjikan, tidak bisa dilaksanakan. Sehingga harus digeser ke sektor lainnya. Namun pergeseran tersebut dinilai masih searah dengan upaya untuk percepatan pertumbuhan ekonomi. Terutama untuk pningkatan konsumsi masyarakat.

‘’Kami optimis dengan Bank NTB Syariah jika melihat realisasi penyaluran tahap pertama. Kalau penyaluran tahap kedua juga sukses, terutama marginnya turun, NPL (kredit macet) rendah, sektornya terpenuhi. Nanti bisa diikutsertakan lagi untuk periode enam bulan berikutnya lagi. Dengan melihat kebutuhannya,’’ imbuhnya.

Sudarmanto menegaskan, penyaluran dana PEN melalui perbankan, tidak hanya semata-mata untuk kepentingan bisnis bank. Lebih dari itu, masyarakat mendapatkan kemudahan kredit dengan margin rendah. Sehingga ekonomi dapat bergerak kembali.

Penempatan dana negara di perbankan, seluruh bank memiliki peluang yang sama. Namun ada penilaian lain yang juga menjadi pertimbangan. Misalnya tingkat kesehatan bank, kegiatan bisnisnya juga mendukung peningkatan ekonomi nasional.

Kemudian besaran dana yang ditempatkan di perbankan, tergantung nilai yang diajukan bank. Variasinya berbeda-beda. Ada bank daerah yang mendapatkan alokasi penyaluran daran PEN sampai Rp1,2 triliun, Rp1 triliun, dan ada juga yang hanya mendapatkan Rp100 miliar, Rp50 miliar. tergantung besaran yang diajukan dan dihitung kelayakannya dengan ukuran-ukuran kemampuan perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dan besaran penempatan dana PEN tahap di perbankan, juga tergantung dari suksesnya penyaluran periode pertama. jelas Sudarmanto.

Related