X

Berita

Gubernur NTB Resmikan Bank NTB Syariah Kantor Cabang Sriwijaya

MATARAM - Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah meresemikan Bank NTB Syariah Kantor Cabang Sriwijaya, Selasa (7/7/2020). Peresmian Kantor Cabang Sriwijaya tersebut dihadiri oleh jajaran dewan Komisaris dan Direksi PT Bank NTB Syariah serta tamu undangan lainnya.

Kantor Cabang Sriwijaya merupakan relokasi dari Kantor Cabang Karang Jangkong yang sebelumnya berada di Cakranegara. Keberadaan Kantor Cabang Sriwijaya dihajatkan sebagai upaya perluasan serta pemerataan layanan di wilayah Kota Mataram.

Gubernur NTB menyambut baik peresmian Kantor Cabang Sriwijaya dengan bangunannya yang berdiri kokoh dan megah. Gubernur mengingatkan kemewahan kantor jangan sampai membuat masyarakat kecil takut untuk datang ke Bank.

“Jangan sampai kantor mewah dan mentereng, tapi masyarakat kecil takut masuk ke dalamnya. Kita ingin Bank NTB Syariah memberikan akses permodalan kepada masyarakat kecil,” ujar Gubernur Zul.

Selain itu, Gubernur Zul juga meminta jajaran komisaris dan direksi PT Bank NTB Syariah untuk menerapkan pola kerja yang nyaman dan penuh keakraban, sehingga akan mendorong produktifitas pegawai. “Ciptakan suasana kantor yang nyaman, aman dan menghidupkan kerja yang sifatnya informal, tetapi tetap produktif,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Kukuh Rahardjo menerangkan sebelumnya Kantor Cabang Karang Jangkong menyewa ruko yang cukup kecil di Cakranegara. Kemudian kantor tersebut direlokasi ke jalan Sriwijaya dengan bangunan yang lebih besar dan modern. “Outlet Bank NTB Syariah Sriwijaya ini lebih modern dan friendly dalam memberikan layanan kepada nasabah. Kantornya lebih luas dan memberikan kenyamanan kepada nasabah,” terang Kukuh.

Sementara itu, mengenai pembiayaan kepada masyarakat kecil, Kukuh memastikan selama dua tahun Bank NTB Syariah berjalan, pembiayaan kepada masyarakat kecil terus ditingkatkan. Hal tersebut dapat dilihat dari alokasi pembiayaan kepada UMKM dan juga petani yang semakin meningkat.

Kukuh tak memungkiri jika sebelumnya Bank NTB Syariah dikenal dengan Bank ASN, namun perlahan tapi pasti setelah konversi dari konvensional menjadi syariah, pembiayaan kepada masyarakat umum, khususnya UMKM semakin diperbesar.

"Kalau dulunya memang Bank NTB Syariah dikenal sebagai Bank ASN. Tapi dua tahun perjalanannya portofolio sudah mulai banyak UMKM yang dibiayai, sehingga tidak lagi sebutan Bank ASN, tapi Bank masyarakat NTB," ujarnya.

 

Related