Berita

Wujudkan Bank NTB Syariah Tumbuh Sehat dan Kuat

MATARAM  – PT Bank NTB Syariah sukses melaksanakan transformasi dari usaha konvensional menjadi syariah yang secara resmi operasional per September 2018.

PT Bank NTB Syariah semakin menunjukan progress yang gemilang selama September –Desember 2018. Sejumlah indikator progres pertumbuhan dalam periode September – Desember 2018 menunjukan kemajuan yang positif, terbukti dengan laba yang dibukukan lebih besar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 silam.

Direktur Utama PT Bank NTB Syariah Bapak H Kukuh Rahardjo memaparkan berbagai progres kinerja PT Bank NTB Syariah setelah resmi bertransformasi menjalankan prinsip syariah secara penuh per September 2018. Berbagai indikator kinerja menunjukkan hal positif, salah satunya adalah laba yang tumbuh meyakinkan dalam periode September - Desember 2018.

 

“Bank NTB Syariah menjadi bank yang lebih sehat dan kuat,” kata bapak H Kukuh Rahardjo didampingi Direktur Dana dan Jasa H Saharudin, Direktur Kepatuhan dan MjR H Ferry Satrio, Direktur Keuangan dan Operasional Hj Bq Dien Rosana Juwita, saat menggelar konfrensi pers kepada wartawan, Senin (18/3). Dihadirkan juga sejumlah general manager beberapa divisi lingkup PT Bank NTB Syariah.

H Kukuh Rahardjo memaparkan, bahwa pada Desember 2018 total asset PT Bank NTB Syariah sebesar Rp 7,038 triliun turun dibandingkan dengan kondisi total asset 2017 sebesar Rp 8, 864 triliun. Kondisi tersebut terjadi karena proses konversi yang membutuhkan biaya besar, berkurangnya Dana Pihak Ketiga (DPK), deposito dan giro juga menurun. Hal tersebut disebabkan, sebagian besar nasabah corporate (perusahaan) menarik DPK-nya, karena nisbah yang dinginkan terlalu tinggi.

 

Hanya saja kondisi tersebut berlangsung tidak lama, dimana sampai Maret 2019 ini asset PT Bank NTB Syariah sudah kembali tumbuh hampir Rp 500 miliar atau sudah tembus diangka Rp 7,5 triliun lebih. Artinya progres pertumbuhan dari kinerja PT Bank NTB Syariah setelah transformasi semakin sehat, kuat dan memberikan keyakinan dipercaya oleh masyarakat NTB lebih luas lagi.

Strategi yang diterapkan jajaran direksi dibawah kepemimpinan Kukuh Rahardjo adalah ingin lebih terlihat kuat dan sehat. Jika asset terjadi penurunan per Desember 2018 dibandingkan dengan posisi Desember 2017, namun kondisi modal usaha justru terjadi peningkatan atau tumbuh meyakinkan. Selain strategi yang menjadi unggulan dari direksi PT Bank NTB Syariah adalah memperbesar tabungan, dan memperkuat rasio keuangan. 

Beberapa hasil sudah terlihat dari beberapa program dan kebijakan yang dijalankan direksi PT Bank NTB Syariah sejak September 2018 hingga di pertengahan Maret 2019 sekarang ini.

“Kalau mengejar aset tumbuh tidak terlalu sulit, tapi kami ingin rasio- rasio yang lainnya juga tumbuh kuat dan sehat. Dengan demikian Bank NTB Syariah menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegas Bapak Dirut PT Bank NTB Syariah H Kukuh.

 

Lebih lanjut, Bapak H Kukuh mengatakan dalam meningkatkan kualitas dan memperluas layanan kepada masyarakat, Bank NTB Syariah sudah mulai mengembangkan layanan transaksi digital, mulai dari mobile banking, SMS banking hingga QR Code. Selain itu, Bank NTB Syariah juga memperbanyak berbagai layanan digital lainnya, seperti menambah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sejumlah titik, mesin EDC dan CMS Kasda untuk layanan transaksi kabupaten/kota di NTB.  

Saat ini, jumlah total jaringan kantor sebanyak 43, mesin ATM di 10 kabupaten/kota NTB sebanyak 151 mesin dan pada 2019 ini ditambah sebanyak 65 mesin ATM, 206 mesin EDC ditambah 294 mesin EDC sehingga tahun ini bisa mencapai 500 mesin. Menyiapkan layanan pembayaran Samsat STNK berbasis aplikasi android dan beberapa terobosan lainnya.

“Kami ingin Bank NTB Syariah bisa lebih familiar dengan keberadaan teknologi yang sudah dimiliki di tenga masyarakat,” harap Bapak Dirut H Kukuh.

Related