Berita

Sharia Lifestyle “Hidup Berkah Tanpa Riba” Bank NTB Syariah Menyapa Masyarakat Sumbawa

Sumbawa Besar - Pada hari Senin tanggal 18 Februari 2019 Bank NTB Syariah menggelar kegiatan Sharia Lifestyle dengan tema Hidup berkah Tanpa Riba bertempat di Aula H. Madilaoe ADT Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa. Pada kesempatan tersebut turut hadir Sekda Sumbawa, Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Direktur Utama PT. Bank NTB Syariah, GM Divisi DRP PT. Bank NTB Syariah, Ketua MUI Sumbawa, Dewan Pengawas Syariah, Branch Manager PT. Bank NTB Syariah, Pimpinan OPD, camat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pada kegiatan tersebut Sekda Kab. Sumbawa Bapak Drs. H. Rasyidi Mukhtar membacakan sambutan Bupati Sumbawa, bahwa Bupati menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap dapat terus digelar di lingkungan dan forum-forum lainnya, agar seluruh elemen masyarakat yang tersebar dalam berbagai profesi memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh wawasan dan pemahaman tentang sharia lifestyle ini. Selain itu disampaikan pula bahwa terdapat beberapa kaidah yang menjadi dasar perbankan syariah, yakni dalam operasinya tidak melibatkan elemen gambling, tidak melibatkan produk dan/atau menjual barang atau layanan yang haram, dan tidak ada elemen ghoror (ketidakpastian).

Pada kesempatan tersebut juga disebutkan bahwa beberapa falsafah dasar yang menjiwai seluruh hubungan transaksi dalam Bank Syariah yaitu efesiensi, keadilan, dan kebersamaan. Adapun fatwa-fatwa terkait operasional bank syariah ini dikeluarkan yaitu Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Selain itu, konsep Bank Syariah adalah konsep yang halal dan thoyyib, sejalan dengan kaidah bermuamalah dalam Islam. Namun harus diakui realitas saat ini menunjukkan, sebagian masyarakat masih banyak yang belum memahami betul tentang konsep perbankan syariah. Itulah yang menjadi salah satu kendala perbankan syariah masih kalah dalam akselerasinya dengan perbankan konvensional. Karena itu, perbankan syariah harus terus berinovasi, terutama dalam memberikan pelayanan dengan bahasan atau istilah yang mudah dipahami. “Melalui kegiatan “sharia lifestyle, hidup berkah tanpa riba” eksistensi perbankan syariah dapat semakin dikenal masyarakat. Sehingga ke depan, Perbankan Syariah dapat menjadi kiblat transaksi ekonomi masyarakat menuju hidup yang berkah, baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” ujarnya.

Ketua MUI Sumbawa Syukri Rahmat S.Ag bahwa MUI menyambut baik dan mengapresiasi keberadaan PT. Bank NTB Syariah. Kehadiran Bank NTB Syariah untuk mengajak seluruh masyarakat untuk bertransaksi secara syariah, yang insyaAllah akan menghadirkan keberkahan untuk semua masyarakat.

Ustadz Syukri juga memyampaikan bahwa Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan fatwa tentang bunga. Dalam fatwa tersebut ditegaskan secara gamblang bahwa praktik penggunaan bunga yang dilakukan oleh bank, asuransi, pasar modal, pegadaian, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya, hukumnya haram.

Ketua DPS Bank NTB Syariah TGH. Rubai Ahmad Munawar juga menjelaskan, perbankan syariah pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dengan perbankan konvensional. Yaitu agar lembaga perbankan dapat menghasilkan keuntungan, baik dengan cara meminjamkan modal dan menyimpan dana, maupun membiayai kegiatan usaha atau kegiatan-kegiatan lainnya yang sesuai. Namun demikian, Bank Syariah tidak menggunakan sistem bunga. Karena dalam syari’at Islam, bunga dianggap riba dan haram hukumnya, namun menggunakan sistem bagi hasil.

Sementara itu Direktur Utama PT. Bank NTB Syariah H. Kukuh Raharjo menyampaikan, sebelumnya beliau bekerja selama 20 tahun di bank ribawi pupus dengan kebaikan dan kenyamanan kerja sehari di bank syariah. Karena itu Bank NTB Syariah mengundang bapak dan ibu bukan untuk mempromosikan produk atau menginginkan bapak ibu menggunakan produk kami. Tetapi ini kewajiban kami menyampaikan kebenaran sesuai dengan yang kami peroleh dari Al Quran dan Sunnah. Kami menyampaikan tentang pentingnya meninggalkan riba.

Pada kesempatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama antara PT. Bank NTB Syariah dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sumbawa, Developer PT. Digar Sejahtera Utama, dan IWAPI Kabupaten Sumbawa.

Related