X

Berita

Menapak Keberkahan Hijrah Bank NTB Syariah Setahun Pasca Konversi Menjadi Bank Umum Syariah

Menapak-Keberkahan-Hijrah-Bank-NTB-Syariah-Setahun-Pasca-Konversi-Menjadi-Bank-Umum-Syariah

MATARAM - Perjalanan setahun pasca konversi Bank NTB menjadi Bank Umum Syariah sejak September 2018 telah menuai hasil pertumbuhan positif. Dalam acara press conference yang digelar bertepatan dengan penyelenggaraan Business Review 2019 di Kota Mataram tanggal 12-14 Desember 2019, Kukuh Rahardjo Direktur Utama Bank NTB Syariah menyampaikan syukur kepada ALLAH, Tuhan Yang Maha Esa, atas karunia yang luar biasa bagi Bank NTB Syariah dan juga ucapan terima kasih kepada seluruh Pemegang Saham dan Stakeholder atas dukungan dan kepercayaan kepada Bank NTB Syariah. Lebih lanjut Kukuh menyampaikan bahwa seluruh parameter utama kinerja Bank NTB Syariah sampai dengan November 2019 menunjukan pertumbuhan yang insya ALLAH semakin memperkuat Bank NTB Syariah di dalam memberikan layanan perbankan Syariah, khususnya kepada masyarakat NTB yang pada setahun lalu telah memutuskan bank kebanggaan masyarakat Bumigora ini berkonversi menjadi Bank Umum Syariah.

Total Asset Bank NTB Syariah mengalami pertumbuhan sebesar 50,17% semula Rp 7,04 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp 10,57 triliun pada November 2019. Adanya penurunan asset pada tahun 2018, tiga bulan pasca konversi, bukan merupakan dampak dari konversi. “Kinerja Bank NTB Syariah tidak ada korelasinya dengan konversi menjadi Bank Umum Syariah karena naik turunnya kinerja sangat ditentukan oleh strategi Manajemen di dalam merespon kondisi dan kebutuhan pasar. Penurunan kinerja tahun 2018 lebih merupakan bagian dari strategi manajemen yang lebih mengutamakan rentabilitas. Terlihat dengan pencapaian laba tahun 2018 sebesar Rp 152 miliar, lebih tinggi dibandingkan laba tahun 2017 sebesar Rp 147 miliar walaupun dengan Total Asset yang lebih rendah. Kondisi ini juga menjadi pilihan Pemegang Saham untuk menjadi komitmen bersama di masa yang akan datang terhadap pengelolaan Bank yang produktif, sehat dan kuat. Kita kita ingin menjadi besar, kuat dan berotot, bukan gemuk dan berlemak” imbuh Kukuh, banker yang berkarir di dunia perbankan sejak tahun 1992 dan pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis di salah satu Bank Syariah Nasional sebelum menakhodai Bank NTB Syariah.

Lebih jauh Kukuh, yang didampingi oleh seluruh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Bank NTB Syariah, menambahkan bahwa penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan sebesar 76,20% semula Rp 4,92 triliun menjadi Rp 8,67 triliun. Total pembiayaan tumbuh sebesar 14,16% semula Rp 4,87 triliun menjadi Rp 5,56 triliun. Selanjutnya Laba per November 2019 telah mencapai sebesar Rp 148,9 miliar atau 92,13% atas target tahun 2019 sebesar Rp 161,5 miliar. Sedangkan rasio keuangan utama juga menunjukan posisi yang sangat baik, tercermin dari Rasio CAR sebesar 34,46%, ROA sebesar 2,5% ROE sebesar 12,01%, BOPO sebesar 77,61%, NPF sebesar 1,40%, NI sebesar 5,49% dan FDR sebesar 64,10%.

Zainal Fanani, Komisaris Utama Independen Bank NTB Syariah yang didampingi oleh Muhammad Nur dan DR Muslihun sebagai Komisaris Independen, menambahkan bahwa Dewan Komisaris sangat mendukung Direksi dan segenap insan Bank NTB Syariah untuk terus meningkatkan pencapaian kinerja dengan senantiasa meningkatkan kualitas produk dan layanan, teknologi serta sumber daya manusia. “Setidaknya Bank NTB Syariah harus berupaya untuk menjadi Bank pilihan yang terdepan dalam kinerja dan layanan Syariah yang sesuai dengan jiwa, karakteristik dan harapan masyarakat NTB khususnya”, tambah Fanani, banker yang puluhan tahun telah berkarir di dunia perbankan Syariah dan pernah menjabat sebagai Direktur Kepatuhan di salah satu Bank Syariah Nasional sebelum ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen Bank NTB Syariah.

Pertumbuhan kinerja dalam perjalanan setahun konversi Bank NTB Syariah menjadi Bank Umum Syariah, salah satunya didukung oleh kehandalan dan penyebaran jaringan distribusi yang dimiliki oleh Bank NTB Syariah. Saharuddin, Direktur Dana dan Jasa, menjelaskan bahwa saat ini Bank NTB Syariah memiliki jaringan kantor sebanyak 35 kantor, tersebar di seluruh wilayah NTB maupun Surabaya dan merupakan yang terbanyak di Provinsi NTB. “Ke depan Bank NTB Syariah akan berupaya meningkatkan jumlah layanan kantor, khususnya di daerah blindspot yang memiliki potensi dan kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan Syariah. Bank NTB Syariah juga akan lebih focus mengembangkan layanan electronic channel dan digital yang saat ini sudah menjadi trend kebutuhan Nasabah”, tandas Saharuddin, banker asli jebolan Bank NTB Syariah yang berkarir sejak tahun 1988 di Bank NTB dan pernah menjabat sebagai Direktur UUS sebelum ditunjuk sebagai Direktur Dana dan Jasa.

Selanjutnya, sebagai upaya dalam meningkatkan layanan dan bisnis, pada momentum Business Review Tahun 2019 ini Bank NTB Syariah melakukan kerjasama dengan sejumlah lembaga yang ditandai dengan penandatanganan kemitraan strategis beberapa institusi BUMN, Anak Usaha BUMN, Start Up (Unicorn) Multinasional dan Developer Lokal yang diselenggarakan pada Jumat, 13 Desember 2019 di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram. Baiq Dien Rosana Juwita, Direktur Keuangan dan Operasional, menjelaskan terdapat delapan kerja sama strategis Bank NTB Syariah dalam meningkatkan kinerja, layanan dan pengelolaan aktivitas yang lebih baik, diantaranya kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) terkait kemitraan strategis pengelolaan haji Nasabah Pegadaian.

Di samping itu, kerja sama dengan PT Taspen Life terkait pengelolaan THT pegawai Bank NTB Syariah dan auto debet pembayaran premi asuransi jiwa Aparatur Sipil Negara, kerja sama dengan DPLK BNI terkait pengelolaan DPLK pegawai Bank NTB Syariah, kerja sama dengan BPJS Kesehatan terkait pembiayaan talangan BPJS, MoU lima Bank peserta sindikasi pembiayaan infrastruktur Pemda Kabupaten Lombok Barat, kerjasama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTB  tentang penyaluran pembiayaan Tunas Sejahtera iB  Amanah PT Bank NTB Syariah bagi petani bawang putih dan petani jagung binaan HKTI NTB, kerja sama dengan PT GOPAY Indonesia terkait inklusifitas digitalisasi UMKM.

Baiq Dien Rosana Juwita menambahkan, “kerja sama dengan lembaga-lembaga ini merupakan bentuk sinergitas dan wujud simbiosis mutualisme yang menjadi sinyal positif bahwa bisnis Bank NTB Syariah tengah berkembang, insha Allah ke arah yang lebih baik dan tentunya diyakini akan berimplikasi kepada kelengkapan produk dan jasa Bank semata — mata untuk semakin memudahkan, mendekatkan, dan menjamin inklusifitas layanan yang terbaik dari Bank NTB Syariah kepada masyarakat”.

Selain melakukan penandatangan kemitraan strategis, sejalan dengan misi Bank NTB Syariah untuk menyokong transaksi Non Tunai, di gelaran yang sama Bank NTB Syariah juga melakukan peluncuran atau Launching terhadap penyempurnaan Bank NTB Syariah Mobile dengan tema “Redesign and Features Enrichment” yang mencakup kepada penyegaran tampilan Mobile Bank NTB Syariah menjadi semakin eye catching dan user friendly serta pengkayaan fitur-fitur transaksi Mobile Banking. “Dengan adanya “Redesign and Features Enrichment” Bank NTB Syariah Mobile diharapkan akan semakin menguatkan posisi Mobile Banking Bank NTB Syariah sebagai salah satu media alternatif transaksi perbankan yang setara kualitasnya dengan media serupa yang ada pada Bank Nasional lainnya sehingga mampu menjawab kebutuhan dan meningkatkan kenyamanan transaksi yang dilakukan oleh Nasabah” imbuh Kukuh.

Penandatangan Kemitraan Strategis dan LaunchingRedesign and Features Enrichment” Bank NTB Syariah Mobile turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Penjabat Sekda Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. H. Iswandi,  Wakil Bupati Lombok Timur Rumaksi dan Asisten Bid Administrasi Umum & Kesra Setda Lombok Barat Drs. H. Mahyudin, MM. Program ini mendapat apresiasi dari pemegang saham Bank NTB Syariah tersebut, dengan menyampaikan bahwa “Penandatangan Kemitraan Strategis dan LaunchingRedesign and Features Enrichment” Bank NTB Syariah Mobile merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh Bank NTB Syariah dan ini menunjukan bahwa Bank NTB Syariah berada pada jalur yang sangat positif dalam mewujudkan cita-citanya sebagai Bank Daerah yang  modern, kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat”. Kompak Pemegang Saham  Bank NTB Syariah tersebut menegaskan.    

Selanjutnya, dalam upaya Bank membangun pondasi perusahaan yang semakin kokoh, terlebih dalam menghadapi persaingan perbankan yang sangat dinamis dan kompetitif, Bank NTB Syariah juga memberikan porsi yang besar dalam concernnya menciptakan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Insani yang kompeten, profesional dan inovatif. Salah satunya pemenuhan formasi pegawai melalui rekrutmen pegawai baru pada rentang waktu tahun 2018-2020 tahun sebanyak kurang lebih 300 orang yang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan pegawai, baik di Kantor Cabang, Cabang Pembantu maupun Kantor Pusat. Selain itu, pelatihan, rotasi dan promosi kepada Pegawai dilaksanakan oleh Bank NTB Syariah secara proporsional dan fair, termasuk dalam mengakomodir kebutuhan, fasilitas dan hak pegawai. Kukuh berujar bahwa “Sumber Daya Insani bukan lagi diposisikan hanya sebagai supporting dalam operasional dan Bisnis Bank, tetapi menjadi bagian dari aset utama Perusahaan yang harus dipastikan kualitasnya, kuantitasnya, kebutuhannya, kesejahteraan dan kinerjanya. Dan yang paling penting, apa yang dilakukan oleh Bank NTB Syariah pada segmen Sumber Daya Insani ini merupakan transformasi positif untuk memastikan roda perputaran atas regenerasi Sumber Daya Insani Bank NTB Syariah berjalan konsisten” tukasnya.      

Selain aspek Kinerja Bisnis dan Operasional Layanan, Bank NTB Syariah dalam perannya sebagai lembaga kepercayaan juga dituntut oleh Regulator untuk senantiasa dapat menyeimbangkan fungsinya guna memastikan pelaksanaan pengelolaan perusahaan tetap pada patron yang ideal sesuai ketentuan dan peraturan perundang — undangan yang berlaku. Ferry Satrio Direktur Kepatuhan Bank NTB Syariah menyampaikan bahwa “Konsentrasi dan Fokus Bank NTB Syariah tidak hanya pada kacamata kinerja dan layanan saja, namun hakikatnya tak lepas untuk bagaimana memastikan pengelolaan Bank NTB Syariah agar memiliki kepatuhan, pengendalian atas seluruh portofolio risiko dan tingkat kesehatan yang memadai. Alhamdulillah Bank NTB Syariah terus dapat menjaga dan mengelola aspek - aspek tersebut selaras dengan konsistensi pelaksanaan prinsip good corporate governance yang tetap berlangsung dengan baik di Bank ini”.

Singkatnya, Kukuh menyimpulkan bahwa “melalui momentum Business Review Bank NTB Syariah Tahun 2019 yang bertajuk Surviving Through the Waves yang bermakna Bank NTB Syariah akan menghadapi, menggunakan dan mengelola challenge— challenge yang ada secara optimal untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja yang berkualitas dan berkesinambungan, untuk itu mohon dukungan utuh dari seluruh entitas, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Barat, guna bersama membesarkan Bank NTB Syariah sehingga mampu menjadi Bank yang amanah, terkemuka dan pilihan masyarakat” tegasnya.

Related